Back to writing

👀

Kesan Pertama: Hyprland

May 27, 2024

4 min read

My Setup

Seminggu ini aku nyobain tiling window manager bernama Hyprland. Dalam seminggu tersebut, aku lebih sering pakek keyboard daripada mouse. Mouse ku cuman berguna pas aku browsing doang. Oke, disini aku mau sharing bagus jeleknya ketika aku menggunakan Hyprland dalam seminggu terakhir ini.

# Sebelum nyobain Hyprland

Bismuth

Bismuth

Aku pengguna distro Manjaro Linux, yang mana merupakan Arch based distro. Selama gunain Manjaro, aku pakek KDE Plasma sebagai desktop environment ku. Dalam layouting window, aku pakek add-ons Bismuth supaya bisa auto tiling di KDE Plasma. Cuman nih, beberapa minggu yang lalu, ada update baru KDE Plasma ke versi 6, sedangkan Bismuth sendiri hanya support sampek KDE Plasma versi 5. Sebenernya ada alternatif lain bernama Polonium, tapi menurutku fitur nya masih kalah jauh dari Bismuth.

Karena aku nggak nemuin alternatif lain dari Bismuth, aku pun memberanikan diri buat nyobain Tiling Window Manager. Aku cari cari yang paling populer itu ada i3, Awesome, Sway, Bspwm, dan Hyprland. Yaudah deh aku pick salah satu, yakni Hyprland. Untuk menginstall Hyprland ini, aku pakek script dari Repo Arch-Hyprland (jaKooLit).

# The Good, Bad, and Neutral

## The Good

Aku masih kali ini pakek Tiling Window Manger, jadi kelebihan/kekurangan yang aku sebutkan disini mungkin rada overlapping antara kelebihan/kekurangan tiling window manager secara general dan kelebihan/kekurangan Hyprland secara spesifik.

### Window Layout

1 window master (kiri) dan 3 window lainnya (kanan)

1 window master (kiri) dan 3 window lainnya (kanan)

Ya... namanya juga tiling window manager, pasti kelebihannya ada kaitannya dengan layout nya. Seperti yang udah kelihatan di gambar diatas, window kita bisa auto tiling. Jadinya kita ngga perlu repot repot drag-and-drop window nya kesana kemari. Kita juga bisa mengatur kapan suatu aplikasi akan auto tiling, dan kapan akan floating. Semua ini bisa diatur di bagian window rules.

### Keybinding

Supaya kita bisa lebih cepat dalam melakukan suatu hal, kita perlu mengatur keybinding. Cara mengatur nya cukup gampang, misalnya saja untuk membuka terminal Wezterm dengan Ctrl + Alt + T, kita bisa menuliskan script config seperti ini:

bind = CTRL ALT, T, exec, wezterm
conf

Nah... Untuk program yang ngga punya keybinding, kita bisa panggil dengan bantuan application launcher bernama Rofi. Aku udah bikin keybinding rofi ini dengan ALT + Space.

bind = ALT, SPACE, exec, pkill rofi || rofi -show drun -modi drun,filebrowser,run,window
conf
Rofi

Rofi

### Animasi

workspaces

Secara out of the box, Hyprland udah support animasi, sehingga kita bisa mengatur berbagai macam tipe animasi yang sesuai dengan event transition yang kita inginkan.

### Workspaces

workspaces

Hampir semua sistem operasi pasti punya workspaces. Cuman ketika workspaces nya ini di-combine dengan Hyprland... Beuhh... Mantul banget jadinya. All in Keyboard! Transisi workspaces ini sebenarnya juga bisa dianimasikan, cuman aku pengen lebih snappy, jadi aku matiin animasi transisi nya ini.

## The Bad

Anime Wallpaper

Aku ngga terlalu suka wallpaper anime! Bisa dibilang ini sebenarnya bias terhadap instalasi script yang aku pakek, soalnya Hyprland memberi kita pilihan buat pakek wallpaper apapun. Cuman nih, buat ngubah wallpaper aja kita perlu belajar lagi beberapa package seperti yang sudah dituliskan di Hyprland Docs: Wallpaper.

## The Neutral

Hyprland Config

Hyprland Config

Aku sebelumnya belum pernah nyobain tiling window manager karena aku terlalu takut ngadepin banyak config file di tiling window manager. Dan ya... Hyprland juga gitu. Dar instalasi script yang aku pakek, ada banyak banget config file nya. Cuman, setelah aku coba baca perlahan lahan, structur config file nya cukup mudah dipahami. Ditambah lagi penjelasan Dokumentasi Hyprland enak banget buat dibaca. Trus juga komunitas nya Hyprland saat ini sedang banyak orang-orang yang kayak aku ini, sehingga masih banyak tuh pertanyaan pertanyaan konyol yang membuatku merasa banyak temen belajar nya.

Meskipun dokumentasi nya enak dibaca, aku masih merasa kalau ngelakuin config yang paling enak itu ya pakek GUI, bukan pakek config file.

# Kesimpulan

Aku ngerasa nge-unlock produktifitas baru selama menggunakan Hyprland ini. Hampir semua yang ada di hyprland ini aku menyukainya (kecuali wallpaper anime nya). Aku bakalan terus lanjut pakek Hyprland ini di main laptopku. Mungkin sekian dulu tulisanku tentang Hyprland ini. Kalau kalian ada kritik, saran, atau sekedar ingin menyapa, bisa kalian tulis di komentar ya!

Btw, kalian udah pernah nyobain Hyprland belum? Atau mungkin kalian pakek tiling window manager lain? Atau kalian udah cukup nyaman dengan stackig/floating window manager? Coba kalian share di komentar tentang sistem apa yang kalian pakek dan mengapa kalian nyaman banget pakek sistem itu.